
Membeli itu Sebagian dari Jiwa Berbisnis
Dalam topik ini, kita akan membahas bagaimana menumbuhkan jiwa entrepreneur di keluarga kita. Hal ini penting karena biasanya ketika kita sudah mencapai umur 40 tahun atau mau pensiun, karir kita sudah mentok, kita baru berfikir untuk memulai bisnis, padahal umur umur itu sudah terlambat untuk mengembangkan jiwa entrepreneur. Karena itu, cara terbaik untuk menumbuhkan jiwa kewiraswastaan itu sejak dini di lingkungan keluarga kita, anak-anak kita, dan istri kita. Kita memang bisa membeli banyak polis asuransi , meninggalkan banyak deposito kepada istri kita jika kita meninggal, dana tersebut bisa dipergunakan oleh istri dan anak-anak kita. Tetapi jika uang itu tidak dikembangkan, maka akan habis juga.
Oleh karena itu, fokus kita kali ini adalah bagaimana mengembangkan jiwa kewirausahawan itu di keluarga kita. Kita mulai dari anak -nak kita karena lebih mudah dikembangkan jiwa entrepreneurship. Anak-anak cenderung membeli, seperti membeli coklat, mainan, dan sebagainya. Mereka membeli dan membeli hingga lemari dan kulkas tambah penuh. Kita harus sadar, bahwa membeli adalah separuh dari jiwa entrepreneur. Tinggal kita kembangkan kepada anak-anak kita jiwa menjual.
Seperti yang terjadi di keluarga kami. Anak-anak yang gemar coklat itu kami arahkan untuk melebur coklat tadi kemudian mencetak dan mengemasnya kembali kemudian menjualnya kepada teman, saudaranya. Dari sini kita ajarkan mereka menjual yang uangnya dapat digunakan untuk membeli coklat lagi.
Memang pada awalnya mungkin mereka malu, tetapi kita bisa tumbuhkan mereka untuk menjualnya. Sedikit demi sedikit mereka akan terdorong dan mempunyai keinginan kuat untuk menjual. Jadi kita lihat di sini, entrepreneurship merupakan bagian yang terintegrasi dari kebiasaan membeli dan menjual. Sayangnya, kita tahu dimana membeli barang yang berkualitas dengan harga murah hanya untuk konsumsi sendiri. Padahal akan jauh lebih bermanfaat jika kita juga pandai menjual barang yang berkualitas dan harganya murah. Karena itu, kita perlu tumbuhkan pada anak-anak kita bahwa mereka hobi membeli dan juga hobi menjual.
Adiwarman Karim - Presiden Direktur Karim Consulting